Pada tanggal 21 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik di Balai Desa Tetemotaha. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Tetemotaha, aparat desa, dan kelompok tani setempat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar desa untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
Bahan-bahan yang Digunakan
Dalam pembuatan pupuk organik ini, digunakan beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di Desa Tetemotaha, antara lain:
- Kotoran kambing: Sebagai sumber utama bahan organik yang kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium.
- Tanah: Berfungsi sebagai media campuran untuk memperkaya kandungan mikroorganisme tanah.
- EM4: Effective Microorganisms 4, digunakan untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk.
- Gula merah: Digunakan sebagai sumber karbon untuk mikroorganisme dalam proses fermentasi.
- Dedak: Berfungsi sebagai bahan organik tambahan yang kaya akan nutrisi.
- Abu sekam padi: Digunakan untuk menambah kandungan kalium dan membantu menetralkan keasaman pupuk.
Proses Pembuatan Pupuk Organik
Proses pembuatan pupuk organik ini dilakukan dengan metode sederhana yang melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:
-
Persiapan Bahan: Semua bahan seperti kotoran kambing, tanah, dedak, dan abu sekam padi dikumpulkan dan disiapkan dalam jumlah yang sesuai.
-
Pencampuran: Bahan-bahan tersebut dicampur secara merata. Kotoran kambing menjadi bahan utama, sementara tanah, dedak, dan abu sekam padi berfungsi sebagai bahan pelengkap yang dicampurkan secara proporsional.
-
Fermentasi: Setelah bahan-bahan tercampur, larutan EM4 yang telah dicampur dengan air dan gula merah ditambahkan ke dalam campuran tersebut. Larutan ini berfungsi untuk mempercepat proses fermentasi. Campuran kemudian diaduk hingga merata dan ditutup rapat untuk menjaga kelembapan dan memaksimalkan proses fermentasi.
-
Pengomposan: Campuran tersebut kemudian didiamkan selama 2-4 minggu untuk proses pengomposan. Selama proses ini, mikroorganisme dalam EM4 akan bekerja menguraikan bahan organik, sehingga menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi.
-
Pengecekan dan Pemanenan: Setelah masa fermentasi selesai, pupuk organik siap digunakan. Pupuk yang sudah jadi memiliki tekstur yang gembur, tidak berbau, dan berwarna coklat kehitaman.
Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Tetemotaha. Dengan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah didapat, petani setempat bisa memproduksi pupuk organik secara mandiri tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal. Selain itu, pupuk organik ini ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesuburan tanah serta hasil panen.
Kepala Desa Tetemotaha, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo yang telah memberikan pelatihan ini. Beliau berharap agar ilmu yang didapat dapat terus diterapkan oleh masyarakat dan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani di desa tersebut.
Penutup
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Tetemotaha dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pemanfaatan sumber daya alam untuk keperluan pertanian yang berkelanjutan. Mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo juga diharapkan dapat terus berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat selama masa pengabdian mereka.